Kesehatan

Mengobati Trypophobia Apakah Mudah? Simak Alurnya Berikut Ini

Dikutip dari hellosehat.com, trypophobia merupakan salah satu jenis fobia terhadap kumpulan lubang-lubang kecil atau berongga yang diciptakan alam atau bisa berupa bentuk melingkar seperti gelembung. Rasa takut tersebut mencakup lubang atau gelembung yang berkerumun di kulit, daging, kayu, tumbuhan, biji-biji kering, jamur, spons, karang, dan sarang lebah.

Gejala tersebut dapat timbul dalam kondisi benda sebenarnya, hanya visualisasi saja, atau keduanya. Semua itu tergantung pada kondisi setiap pengidapnya. Lalu, bagaimana cara mengobati trypophobia? Simak penjelasan setiap alurnya berikut ini.

  • Menyadari Adanya Gejala Trypophobia

Ciri-ciri atau gejala trypophobia memang dapat dengan mudah dikenali. Hal pertama yang dirasakan adalah rasa takut, jijik atau bergidik, dan disertai dengan memucatnya kulit wajah. Terdapat pula perubahan frekuensi detak jantung sesaat ataupun berlangsung dalam beberapa waktu setelah pengidapnya melihat kerumunan lubang-lubang kecil atau berongga.

Gejala lain yang mungkin dapat ditimbulkan di antaranya adalah keringat berlebih, tangan, serta kaki yang menjadi dingin. Rasa mual, muntah, pusing, sesak napas, pandangan menjadi kabur, juga lengan dan tungkai menjadi lemah atau tak bertenaga, termasuk gejala tambahan yang dapat terjadi pada pengidap yang sudah lebih parah ataupun berulang kali melihat sumber fobianya.

Berbagai gejala tersebut bisa dijadikan dasar untuk kemudian mengobati trypophobia yang dialami. Setiap individu harus memahami kondisi dirinya. Apabila kemudian timbul berbagai gejala di atas, itu tandanya terdapat fobia yang dialami dan harus segera ditangani.

  • Melakukan Pemeriksaan Diagnosis

Langkah awal dalam penanganan penderita fobia adalah mengidentifikasi gejala dan penyebabnya agar bisa menghasilkan diagnosis yang tepat. Diagnosis ini diawali dengan pemaparan gejala yang dirasakan penderita, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Setelah itu, terdapat terapi pemaparan yang dilakukan untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab seseorang mengalami trypophobia.

Dalam terapi ini, pengidap dihadapkan pada visualisasi kumpulan lubang-lubang kecil ataupun berongga yang semakin nyata sesuai dengan reaksi yang ditunjukkan penderita. Dengan demikian, pengamatan terhadap reaksi ini beserta pemaparan perasaan dari pasien setelah terapi akan bisa dianalisis untuk diketahui penyebab fobia yang sebenarnya. Setelah itu, bisa diputuskan cara mengobati trypophobia yang tepat.

  • Melakukan Terapi

Selain terapi pemaparan untuk mengetahui penyebab pasti dari trypophobia, pengidap fobia juga harus melakukan terapi pemaparan lanjutan. Metodenya memang sama seperti pada awalnya, namun dilakukan secara berulang dan berkelanjutan sesuai dengan penanganan dari terapis. Seiring melakukan terapi pemaparan tersebut, pengidap fobia juga melakukan terapi relaksasi agar dapat kembali tenang dan rileks setelah berusaha menghadapi fobianya dalam langkah terapi pemaparan.

Mengobati trypophobia memang harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan sesuai rekomendasi terapis agar cepat berkurang dan syukur bisa sembuh sepenuhnya. Terapi relaksasi ini berupa kegiatan yang menyenangkan serta kegiatan yang sesuai dengan hobi agar hati senang dan melupakan kecemasan akibat fobia.

  • Mengonsumsi Obat yang Diresepkan Dokter

Obat yang diresepkan dokter juga ada dan memang sangat membantu mengatasi rasa cemas atau panik yang dirasakan penderita. Dalam mengobati trypophobia dengan obat-obatan tertentu ini, dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi gejala yang dialami pasien. Resepnya harus ditebus dan dibeli di apotek yang terpercaya. Agar cepat sembuh, ikuti anjuran konsumsinya.

  • Melakukan Kegiatan yang Disukai

Sudah disinggung sebelumnya bahwa terapi relaksasi salah satunya adalah melakukan kegiatan yang disukai. Dalam hal ini, pilihlah kegiatan yang menjadi hobi Anda agar mendapatkan kesempatan lebih banyak dalam menenangkan hati dan pikiran. Anda bisa lakukan hobi yang mengandung nilai seni yang indah, misalnya menyanyi, menari, melukis, merajut, atau bermain musik.

Mengobati trypophobia memang harus dilakukan secara bertahap, rutin, dan berkelanjutan. Keseriusan dalam melakukan upaya pengobatan sangat diperlukan agar mendapatkan kesempatan untuk lebih cepat sembuh. Setidaknya, gejala atau respons tubuh terhadap penyebab fobia bisa dikurangi atau dikendalikan setelah melakukan terapi.

 

Sumber Artikel:

hellosehat.com

www.halodoc.com

doktersehat.com

 

Sumber Gambar:

doktersehat.com

www.cnnindonesia.com

hellosehat.com

 

Read More